Sambut Camaba, Universitas Nias melalui PPKPT Gelar Ceramah: Wujudkan Kampus Aman, Nyaman, dan Bebas Kekerasan

Universitas Nias. ac.id-Gunungsitoli : melalui Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) melaksanakan kegiatan ceramah dan pembekalan bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di lapangan Kampus Universitas Nias. Jalan Yos Sudarso Nomor 118 E/S Kota Gunungsitoli.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para Camaba untuk memperoleh pemahaman mengenai pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Selain sebagai pembekalan sebelum memasuki kehidupan akademik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Nias dalam menciptakan budaya kampus yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat setiap individu, serta rasa aman bagi seluruh warga kampus.
Dalam kegiatan tersebut, Hendrikus O. Harefa, S.H., M.H. hadir sebagai narasumber sekaligus sebagai Ketua Satgas PPKPT Universitas Nias . Ia memberikan pemaparan kepada para Camaba mengenai pentingnya memahami berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil sikap dalam mencegah terjadinya tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Hendrikus menjelaskan bahwa kehidupan perguruan tinggi bukan hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga merupakan ruang untuk membangun karakter, relasi sosial, sikap saling menghargai, serta tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas akademik. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu memahami batas-batas perilaku yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kekerasan serta mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan atau mengalami tindakan tersebut.
Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Lingkungan kampus yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan universitas atau satuan tugas tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga perguruan tinggi, termasuk mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya membangun keberanian untuk melaporkan apabila terjadi dugaan kekerasan. Mahasiswa diharapkan tidak memilih diam ketika mengalami ataupun menyaksikan tindakan yang berpotensi mengarah pada kekerasan. Dengan adanya mekanisme pencegahan dan penanganan yang tepat, setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan hak dan perlindungan pihak yang terlibat.
Dalam pemaparannya, Hendrikus juga mengajak para Camaba untuk menjadikan lingkungan Universitas Nias sebagai ruang belajar yang sehat dan saling menghormati. Perbedaan latar belakang, karakter, kemampuan, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan diskriminasi, intimidasi, perundungan, pelecehan, maupun bentuk kekerasan lainnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan positif. Budaya saling menghargai harus dibangun melalui perilaku sehari-hari, baik dalam proses perkuliahan, kegiatan organisasi kemahasiswaan, interaksi antarmahasiswa, maupun dalam hubungan antara mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Kegiatan ceramah tersebut dimoderatori oleh Dr. Anugerah Tatema Harefa, S.H., M.A. yang memandu jalannya kegiatan sehingga berlangsung secara terarah dan interaktif. Moderator juga memberikan ruang kepada para Camaba untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Antusiasme para Camaba terlihat dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan adanya ketertarikan dan kepedulian mahasiswa baru terhadap terciptanya lingkungan kampus yang aman. Sesi tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami secara lebih konkret bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengandung unsur kekerasan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nias menegaskan bahwa pencegahan kekerasan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk insan yang memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta menghormati hak dan martabat sesama.
Kehadiran PPKPT di tengah para Camaba diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman bersama bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan perlakuan yang bermartabat selama berada di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan pembekalan tersebut, para Camaba diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menciptakan budaya akademik yang positif, saling menghargai, serta berani mengambil peran dalam mencegah dan melaporkan berbagai bentuk kekerasan.
Universitas Nias melalui PPKPT berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan penguatan kesadaran kepada seluruh warga kampus. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Universitas Nias sebagai lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, sehingga seluruh mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan baik serta mengembangkan potensi diri secara optimal. (Humas Universitas Nias)