Pegawai Universitas Nias Tembus Lima Besar Finalis Lomba Desain Batik Nias 2026 melalui Karya “Motif Barisan Warisan”

Universitas Nias.ac.id-Gunungsitoli : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Nias. Iman Jujur Mendrofa, S.Pd., M.Pd.T., pegawai tetap yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Universitas Nias ini berhasil menembus lima besar finalis Lomba Desain Batik Nias 2026 melalui karya bertajuk “Motif Barisan Warisan.” Perlombaan ini di selenggarakan di Alun-Alun Kota Gunungsitoli, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kompetisi yang mengusung tema “Jelajah Rupiah, Jelajah Budaya Nias” ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sibolga bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Gunungsitoli sebagai upaya mendorong pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Sebanyak 25 peserta mengikuti perlombaan dengan total 32 karya desain batik yang menunjukkan tingginya antusias masyarakat dalam mengangkat identitas budaya Nias melalui seni batik.
Karya “Motif Barisan Warisan” lahir dari refleksi terhadap nilai-nilai luhur masyarakat Nias yang menjunjung tinggi kebersamaan, keteraturan, persatuan, dan kesinambungan budaya. Pola-pola yang tersusun secara berulang dalam desain tersebut melambangkan warisan leluhur yang terus dijaga, dipelihara, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas yang tidak lekang oleh waktu.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Iman Jujur Mendrofa bersama empat finalis lainnya mengikuti technical meeting dan presentasi karya di hadapan dewan juri pada 21 Juli 2026 di Kantor Bapperida Kota Gunungsitoli. Dalam sesi tersebut, para finalis memaparkan konsep, filosofi, serta implementasi desain batik yang mereka usung, sekaligus menerima berbagai masukan konstruktif dari dewan juri untuk penyempurnaan karya sebelum memasuki tahap penilaian akhir.

Dewan juri yang terdiri atas Yudinaria Waoma, Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, dan Saddam Husein Pasaribu selaku perwakilan Bank Indonesia melakukan penilaian berdasarkan orisinalitas, kekuatan filosofi, estetika desain, serta potensi penerapan motif sebagai identitas budaya Nias.
Puncak kompetisi dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026, di Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli. Pada kesempatan tersebut, seluruh karya finalis ditampilkan kepada masyarakat melalui layar utama panggung sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para peserta sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nias kepada khalayak luas.
Dalam keterangannya, perwakilan penyelenggara dari Bank Indonesia Perwakilan Sibolga menyampaikan bahwa lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi desain, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal.
"Melalui Lomba Desain Batik Nias 2026, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang berakar pada nilai budaya Nias sekaligus memiliki daya saing di industri ekonomi kreatif. Setiap karya yang lahir merupakan wujud kecintaan terhadap identitas daerah dan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya melalui inovasi," ungkap perwakilan penyelenggara.

Sementara itu, Iman Jujur Mendrofa mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menjadi salah satu finalis dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya Nias melalui pendekatan desain yang inovatif.
"Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari lima besar finalis. 'Motif Barisan Warisan' saya rancang sebagai representasi semangat kebersamaan dan kesinambungan budaya masyarakat Nias. Harapan saya, karya ini dapat menjadi media untuk mengajak generasi muda semakin mencintai budaya daerah dan terus mengembangkannya melalui kreativitas sesuai perkembangan zaman," ujarnya.
Rektor Universitas Nias memberikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Iman Jujur Mendrofa. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sivitas akademika Universitas Nias tidak hanya berperan dalam dunia pendidikan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
"Universitas Nias senantiasa mendorong seluruh dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Keberhasilan Saudara Iman Jujur Mendrofa menjadi finalis Lomba Desain Batik Nias 2026 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas akademisi dapat menjadi jembatan dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya daerah. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Nias untuk terus berkarya dan mengharumkan nama institusi di berbagai bidang," ujar Rektor Universitas Nias.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen Universitas Nias dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berkarakter. Melalui berbagai karya dan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal, Universitas Nias terus berupaya mengambil bagian dalam pelestarian warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kepulauan Nias. (Humas Universitas Nias)