LMS SIMAT TRACER KONTAK

MPR RI Gelar Evaluasi dan Penguatan Program Kegiatan serta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kerjasama Antara Sekretariat Jenderal MPR RI dengan Universitas Nias

17 Juli 2026

Universitas Nias.ac.id-Gunungsitoli : Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar kegiatan Evaluasi dan Penguatan Program Kegiatan MPR RI serta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Nias. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa, serta para narasumber yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Jumat 17 Juli 2026 bertempat di Aula Universitas Nias, Jalan Yos Sudarso, No.118 E/S Kota Gunungsitoli 

Mewakili panitia Dr.Yaredi Waruwu, S.S.,M.S  menyampaikan kata pembukaan bahwa kegiatan Evaluasi Program Kegiatan dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh MPR RI. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan komitmen kita terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga melahirkan gagasan serta semangat kebangsaan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya di lingkungan generasi muda. Atas nama panitia, kami mengucapkan selamat mengikuti kegiatan dan semoga seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi kita semua.  

Dalam sambutannya, Plt. Rektor Universitas Nias menyampaikan apresiasi kepada MPR RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Nias sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, semangat persatuan, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara MPR RI dan dunia pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.

Sementara itu Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Jenderal MPR RI, Bapak Fitra Hadiprasetyo dalam sambutannya menyampaikan “Atas nama Sekretariat Jenderal MPR RI, kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Nias atas kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kolaborasi antara MPR RI dan perguruan tinggi merupakan upaya strategis untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan di kalangan generasi muda.”

Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan evaluasi ini, MPR RI berkomitmen meningkatkan kualitas program sosialisasi agar semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan masukan yang konstruktif untuk memperkuat semangat kebangsaan serta mempererat persatuan bangsa.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga sinergi antara MPR RI dan Universitas Nias terus terjalin dalam membangun generasi yang berkarakter, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan.

Anggota  MPR RI  Fraksi PDI  Perjuangan, Dr. Marinus Gea, S.E., M.Ak dalam paparannya menegaskan bahwa evaluasi program merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain melakukan evaluasi, MPR RI juga terus memperkuat strategi sosialisasi agar nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan semakin dipahami dan diamalkan oleh seluruh elemen bangsa.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber Dr. Marinus Gea, S.E., M.Ak mengambil Tema “KEPEMIMPINAN PANCASILA” menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Dr. Marinus Gea, S.E., M.Ak menekankan “Membangun Universitas Nias sebagai Center of Excellence melalui Kepemimpinan Gotong Royong Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan.” bahwa nilai-nilai tersebut tidak cukup dipahami secara teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menjunjung toleransi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pada pemaparan berikutnya, narasumber menjelaskan untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kepemimpinan, kita tidak boleh buta sejarah. Pentingnya memahami sejarah disampaikan oleh Presiden Soekarno, dalam Pidato HUT Kemerdekaan RI tahun 1966, “Jas Merah”, Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah. Bung Karno melanjutkan, “Pelajarilah sejarah perjuanganmu sendiri yang sudah lampau, agar supaya tidak tergelincir dalam perjuanganmu yang akan datang”. Kita harus mempelajari sejarah proses pembentukan Pancasila secara utuh menurut para pembentuk bangsa.

Merujuk pada konstruksi pemikiran historis, akademis dan yuridis yang kerap ditegaskan oleh kolega saya, Dr. Ahmad Basarah—yang akrab dan sering kami sapa sebagai "Profesor Pancasila". Profesor Pancasila merupakan julukan yang disandang oleh Dr. Ahmad Basarah dan diberikan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada tahun 2017 silam. Istilah tersebut disematkan kepada Dr. Ahmad Basarah karena kemampuan Dr. Ahmad Basarah dalam menyudahi polemik mengenai Hari Lahir Pancasila yang dituangkan dalam Disertasi di Universitas Diponegoro pada tahun 2016 berjudul “Eksistensi Pancasila Sebagai Tolok Ukur dalam Pengujian Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Mahkamah Konstitusi: Kajian Filsafat Hukum dan Ketatanegaraan. Disertasi Dr. Ahmad Basarah itulah kemudian diterima oleh seluruh anggota DPR-MPR dan menyudahi polemik mengenai Hari Lahir Pancasila. Dan atas jasa-jasanya itulah, maka Ahmad Basarah diberikan gelar Profesor Pancasila dan hingga kini gelar tersebut terus melekat kepada dirinya.

Selanjutnya Pentingnya membangun literasi kebangsaan di kalangan generasi muda sebagai upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menyebarkan informasi yang benar, serta menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program sosialisasi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan, pengalaman, serta pandangan mengenai efektivitas pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Berbagai saran yang disampaikan diharapkan menjadi bahan penyempurnaan program-program MPR RI pada masa mendatang agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

 Ia menambahkan bahwa tantangan kehidupan berbangsa pada era digital menuntut seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi persatuan, serta mampu menyaring berbagai informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Melalui kegiatan ini, MPR RI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun karakter kebangsaan. Diharapkan, sinergi tersebut mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Acara berlangsung dalam suasana penuh antusias. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, sambutan, penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab yang membahas implementasi Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan itu juga Universitas Nias dan Setjen MPR RI melakukan pertukaran cinderamata dan foto bersama. (Humas Universitas Nias)