Prodi Sumber Daya Akuatik Universitas Nias Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Praktik melalui Keberhasilan Pemijahan Buatan Ikan Lele Sangkuriang

Universitas Nias.ac.id-Gunungsitoli: Program Studi Sumber Daya Akuatik, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dengan berhasil melaksanakan kegiatan pemijahan buatan ikan lele Sangkuriang. Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi nyata pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menguasai teknologi budidaya perikanan modern.
Praktik pemijahan buatan tersebut dilaksanakan di laboratorium dan unit praktik Program Studi Sumber Daya Akuatik dengan melibatkan dosen pengampu serta mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibimbing mulai dari proses seleksi induk, penyuntikan hormon, pengeluaran telur (stripping), pembuahan buatan, hingga penetasan telur dan pemeliharaan larva. Seluruh tahapan dilakukan sesuai dengan standar operasional budidaya ikan air tawar yang baik.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias, Ratna Natalia Mendrofa, S.Pd.,M.Pd menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sehingga mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
"Keberhasilan pemijahan buatan ikan lele Sangkuriang ini merupakan bukti bahwa Program Studi Sumber Daya Akuatik terus berupaya meningkatkan mutu pembelajaran berbasis praktik. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang dapat diterapkan di masyarakat maupun di dunia industri perikanan. Fakultas akan terus mendukung pengembangan sarana, laboratorium, serta berbagai inovasi pembelajaran agar lulusan Universitas Nias mampu bersaing secara profesional," ujar Dekan Fakultas Sains dan Teknologi.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sumber Daya Akuatik, Destriman Laoli, S.Pi., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor perikanan.

"Pemijahan buatan merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai mahasiswa bidang perikanan. Melalui praktik ini, mahasiswa belajar secara langsung mengenai teknik reproduksi ikan, manajemen induk, penanganan telur hingga pemeliharaan larva. Kami berharap pengalaman ini mampu meningkatkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan profesional mahasiswa sehingga ketika lulus mereka siap bekerja maupun mengembangkan usaha budidaya perikanan secara mandiri," jelas Ketua Program Studi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemijahan buatan ikan lele Sangkuriang juga menjadi indikator bahwa fasilitas pembelajaran yang dimiliki Program Studi Sumber Daya Akuatik semakin berkembang dan mampu mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang pelaksanaan praktik. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat karena memperoleh pengalaman yang selama ini dipelajari secara teoritis di ruang kuliah.
Salah seorang mahasiswa Program Studi Sumber Daya Akuatik mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami tidak hanya mempelajari konsep pemijahan dari buku, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan dosen. Pengalaman ini meningkatkan kepercayaan diri kami dan menjadi bekal penting ketika nanti memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha budidaya perikanan di daerah," ungkapnya.
Melalui keberhasilan pelaksanaan pemijahan buatan ikan lele Sangkuriang ini, Program Studi Sumber Daya Akuatik Universitas Nias semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, serta mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan dan ketahanan pangan, khususnya di Kepulauan Nias dan Indonesia pada umumnya. (Humas Universitas Nias)